Sabtu, 15 Agustus 2009

Kanker Ginjal & Saluran Kemih

Kanker Kandung Kemih

Kanker Pelvis Renalis & Ureter

Kanker Uretra

Kanker Ginjal

KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

Kanker Ginjal

DEFINISI
Seperti organ tubuh lainnya, ginjal kadang bisa mengalami kanker.
Pada dewasa, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adenokarsinoma renalis, hipernefroma), yang berasal dari sel-sel yang melapisi tubulus renalis.
Sebagian besar tumor ginjal yang solid (padat) adalah kanker, sedangkan kista (rongga berisi cairan) biasanya jinak.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran kemih tumbuh dan membelah secara wajar. Tetapi kadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel-sel baru meskipun tubuh tidak memerlukannya.
Hal ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa yang terdiri jaringan berlebihan, yang dikenal sebagai tumor.
Tidak semua tumor merupakan kanker (keganasan). Tumor yang ganas disebut tumor maligna. Sel-sel dari tumor ini menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.
Sel-sel ini juga keluar dari tumor asalnya dan memasuki aliran darah atau sistem getah bening dan akan terbawa ke bagian tubuh lainnya (proses ini dikenal sebagai metastase tumor).
Penyebab mengganasnya sel-sel ginjal tidak diketahui. Tetapi penelitian telah menemukan faktor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal.
Resiko terjadinya karsinoma sel ginjal meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Kanker ini paling sering terjadi pada usia 50-70 tahun. Pria memiliki resiko 2 kali lebih besar dibandingkan wanita.
Faktor resiko lainnya adalah:

  • Merokok
  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Lingkungan kerja (pekerja perapian arang di pabrik baja memiliki resiko tinggi, juga pekerja yang terpapar oleh asbes)
  • Dialisa (penderita gagal ginjal kronis yang menjalani dialisa menahun memiliki resiko tinggi)
  • Penyinaran
  • Penyakit Von Hippel-Lindau.

    GEJALA
    Pada stadium dini, kanker ginjal jarang menimbulkan gejala.
    Pada stadium lanjut, gejala yang paling banyak ditemukan adalah hematuria (adanya darah di dalam air kemih). Hematuria bisa diketahui dari air kemih yang tampak kemerahan atau diketahui melalui analisa air kemih.
    Tekanan darah tinggi terjadi akibat tidak adekuatnya aliran darah ke beberapa bagian atau seluruh ginjal, sehingga memicu dilepaskannya zat kimia pembawa pesan untuk meningkatkan tekanan darah.
    Polisitemia sekunder terjadi akibat tingginya kadar hormon eritropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk meningkatkan pembentukan sel darah merah.
    Gejala lainnya yang mungkin terjadi:
    - nyeri pada sisi ginjal yang terkena
    - penurunan berat badan
    - kelelahan
    - demam yang hilang-timbul.

    DIAGNOSA
    Pada pemeriksaan fisik, kadang bisa diraba/dirasakan benjolan di perut.
    Jika dicurigai kanker ginjal, maka dilakukan beberapa pemeriksaan berikut:
  • Urografi intravena
  • USG
  • CT scan
  • MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor.
    Jika tumornya berupa kista, bisa diambil contoh cairan untuk dilakukan analisa.
    Aortografi dan angiografi arteri renalis bisa dilakukan sebagai persiapan pembedahan untuk memberikan keterangan tambahan mengenai tumor dan arteri renalis.

    PENGOBATAN
    Saat ini pengobatan standar untuk kanker yang masih terbatas di ginjal adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh ginjal (nefrektomi simplek atau nefrotomi radikal).
    Pada nefrektomi radikal, dilakukan pengangkatan ginjal dan kelanjar adrenal diatasnya, jaringan di sekitar ginjal serta beberapa kelenjar getah bening.
    Pada nefrektomi simplek, dilakukan pengangkatan ginjal saja.
    Pada prosedur embolisasi arteri, disuntikkan suatu zat khusus ke dalam pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Dengan menyumbat pembuluh ini, tumor akan kekurangan oksigen dan zat gizi lainnya.
    Embolisasi arteri bisa digunakan sebelum pembedahan atau untuk mengurangi nyeri dan perdarahan jika pembedahan tidak mungkin dilakukan.
    Embolisasi arteri bisa menyebabkan mual, muntah atau nyeri yang bersifat sementara.
    Terapi penyinaran biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri pada kanker yang telah menyebar ke tulang.
    Efek samping dari terapi penyinaran adalah kulit di tempat penyinaran menjadi merah atau gatal, mual dan muntah.
    Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Diberikan suatu zat yang dikenal sebagai pengubah respon biologis, misalnya interferon atau interleukin-2.
    Secara normal, zat tersebut dihasilkan oleh tubuh dan juga dibuat di laboratorium untuk membantu mengobati penyakit.
    Efek samping yang timbul berupa menggigil, demam, mual, muntah dan penurunan nafsu makan.

    PROGNOSIS
    Jika kanker belum menyebar, maka pengangkatan ginjal yang terkena dan pengangkatan kelenjar getah bening akan memberikan peluang untuk sembuh.
    Jika tumor telah menyusup ke dalam vena renalis dan bahkan telah mencapai vena kava, tetapi belum menyebar sisi tubuh yang jauh, maka pembedahan masih bisa memberikan harapan kesembuhan. Tetapi kanker ginjal cenderung menyebar dengan cepat, terutama ke paru-paru.
    Jika kanker telah menyebar ke tempat yang jauh, maka prognosisnya jelek karena tidak dapat diobati dengan penyinaran, kemoterapi maupun hor

    KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

    Kanker Kandung Kemih

    DEFINISI
    Dinding kandung kemih dilapisi oleh sel transisional dan sel skuamosa.
    Lebih dari 90% kanker kandung kemih berasal dari sel transisional dan disebut karsinoma sel transisional, sisanya adalah karsinoma sel skuamosa.

    PENYEBAB
    Penyebab yang pasti dari kanker kandung kemih tidak diketahui. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa kanker ini memiliki beberapa faktor resiko:

  • Usia, resiko terjadinya kanker kandung kemih meningkat sejalan dengan pertambahan usia.
  • Merokok, merupakan faktor resiko yang utama.
  • Lingkungan pekerjaan.
    Beberapa pekerja memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker ini karena di tempatnya bekerja ditemukan bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker). Misalnya pekerja industri karet, kimia, kulit.
  • Infeksi, terutama infeksi parasit (skistosomiasis).
  • Pemakaian siklofosfamid atau arsenik untuk mengobati kanker dan penyakit lainnya.
  • Ras, orang kulit putih memiliki resiko 2 kali lebih besar, resiko terkecil terdapat pada orang Asia.
  • Pria, memiliki resiko 2-3 kali lebih besar.
  • Riwayat keluarga,
    Orang-orang yang keluarganya ada yang menderita kanker kandung kemih memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker ini. Peneliti sedang mempelajari adanya perubahan gen tertentu yang mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker ini.

    GEJALA
    Gejalanya bisa berupa:
    - hematuria (adanya darah dalam air kemih)
    - rasa terbakar atau rasa nyeri ketika berkemih
    - desakan untuk berkemih
    - sering berkemih.
    Gejala dari kanker kandung kemih menyerupai gejala infeksi kandung kemih (sistitis) dan kedua penyakit ini bisa terjadi secara bersamaan.
    Patut dicurigai suatu kanker jika dengan pengobatan standar untuk infeksi,k gejalanya tidak menghilang.

    DIAGNOSA
    Pemeriksaan air kemih menunjukkan adanya darah dan sel-sel kanker.
    Sistografi atau urografi intravena bisa menunjukkan adanya ketidakteraturan pada garis luar dinding kandung kemih.
    USG, CT scan atau MRI bisa menunjukkan adanya kelainan dalam kandung kemih.
    Sistoskopi dilakukan untuk melihat kandung kemih secara langsung dan mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik.
    Kadang sistoskopi digunakan untuk mengangkat kanker.

    PENGOBATAN
    Kanker yang terbatas pada permukaan dalam kandung kemih atau hanya menyusup ke lapisan otot paling atas, bisa diangkat seluruhnya melalui sistoskopi. Tetapi sering terbentuk kanker yang baru, kadang di tempat yang sama, tetapi lebih sering terbentuk di tempat yang baru.
    Angka kekambuhan bisa dikurangi dengan memberikan obat anti-kanker atau BCG ke dalam kandung kemih setelah seluruh kanker diangkat melalui sistoskopi. Pemberian obat ini bisa digunakan sebagai pengobatan pada penderita yang tumornya tidak dapat diangkat melalui sistoskopi.
    Kanker yang tumbuh lebih dalam atau telah menembus dinding kandung kemih, tidak dapat diangkat seluruhnya dengan sistoskopi.
    Biasanya dilakukan pengangkatan sebagaian atau seluruh kandung kemih (sistektomi).
    Kelenjar getah bening biasanya juga diangkat untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar atau belum.
    Terapi penyinaran saja atau dikombinasikan dengan kemoterapi kadang bisa mengobati kanker.
    Jika kandung kemih diangkat seluruhnya, maka harus dipasang alat untuk membuang air kemih.
    Biasanya air kemih dialirkan ke suatu lubang di dinding perut (stoma) melalui suatu saluran yang terbuat dari usus, yang disebut ileal loop.
    Selanjutnya air kemih dikumpulkan dalam suatu kantong.
    Cara untuk mengalihkan air kemih pada penderita yang kandung kemihnya telah diangkat, digolongkan ke dalam 2 kategori:
    1. Orthotopic neobladder
    2. Continent cutaneous diversion.
    Pada kedua cara tersebut, suatu penampung internal dibuat dari usus.
    Pada orthotopic neobladder, penampung ini dihubungkan dengan uretra. Penderita diajarkan untuk mengosongkan penampung ini dengan cara mengendurkan otot dasar panggul dan meningkatkan tekanan dalam perut, sehingga air kemih mengalir melalui uretra.
    Pada continent cutaneous urinary diversion, penampung ini dihubungkan dengan sebuah lubang di dinding perut. Diperlukan kantong luar, karena air kemih tetap berada dalam penampung sebelum dikosongkan oleh penderita dengan cara memasang selang melalui lubang di dinding perut ke dalam penampung. Penderita melakukan pengosongan ini secara teratur.
    Kanker yang sudah menyebar diobati dengan kemoterapi.
  • KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

    Kanker Pelvis Renalis & Ureter

    DEFINISI
    Kanker dapat terjadi pada sel-sel yang melapisi pelvis renalis dan ureter.
    Kanker pada sel-sel yang melapisi pelvis renalis disebut karsinoma sel transisional.
    Pelvis renalis adalah bagian ginjal yang berfungsi sebagai corong yang mengalirkan air kemih ke ureter.
    Ureter adalah tabung/saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

    PENYEBAB
    Penyebab mengganasnya sel-sel ginjal tidak diketahui.
    Adapun faktor resiko terjadinya karsinoma sel transisional adalah:

  • Kanker kandung kemih
  • Pemakaian obat penghilang nyeri fenacetin jangka panjang.

    GEJALA
    Gejala awal biasanya berupa hematuria (darah di dalam air kemih).
    Jika aliran air kemih tersumbat, bisa terjadi nyeri kram di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul, atau di perut bagian bawah.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan urografi intravena atau urografi retrograd.
    CT scan dapat membantu membedakan tumor dengan batu ginjal atau bekuan darah dan menunjukkan pertumbuhan kanker.
    Pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh air kemih bisa menunjukkan adanya sel-sel kanker.
    Ureteroskopi atau nefroskopi digunakan untuk mengamati atau kadang untuk mengobati tumor yang kecil.

    PENGOBATAN
    Jika kanker belum menyebar, maka dilakukan pengangkatan ginjal dan ureter (nefroureterektomi).
    Tetapi jika ginjal tidak berfungsi dengan baik atau jika penderita hanya memiliki 1 ginjal, maka tidak dilakukan pengangkatan ginjal, karena penderita akan tergantung kepada dialisa.
    Jika kanker telah menyebar, dilakukan kemoterapi.

    PROGNOSIS
    Jika kanker belum menyebar dan bisa diangkat seluruhnya melalui pembedahan, maka prognosisnya baik.
    Setelah pembedahan, penderita menjalani pemeriksaan sitoskopi (pengamatan kandung kemih) secara rutin, karena penderita kanker sel transisional memiliki resiko untuk menderita kanker kandung kemih.
    Jika kanker kandung kemih ditemukan pada stadium dini, maka kandung kemih diangkat atau diobati dengan obat anti kanker yang dimasukkan ke dalam kandung kemih.
  • KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

    Kanker Uretra

    DEFINISI
    Kanker Uretra adalah suatu keganasan yang jarang terjadi, yang ditemukan di dalam uretra.
    Uretra merupakan saluran tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.
    Pada wanita, panjang uretra adalah sekitar 3,75 cm dan ujungnya adalah berupa lubang yang terletak diatas vagina. Pada pria, panjang uretra adalah sekitar 20 cm, menembus kelenjar prostat dan berakhir sebagai sebuah lubang di ujung penis.
    Kanker uretra lebih sering terjadi pada wanita.
    Bagian dari uretra yang terletak di dekat lubang keluarnya disebut uretra anterior dan kanker yang bermula dari daerah ini disebut kanker uretra anterior.
    Bagian dari uretra yang terletak di dekat kandung kemih disebut uretra posterior dan kanker yang berawal di daerah ini disebut kanker uretra posterior.
    Uretra posterior terletak lebih dekat dengan kandung kemih dan jaringan lainnya, sehingga kanker di daerah ini lebih mungkin tumbuh menembus lapisan dalam uretra dan jaringan di dekatnya.
    Kadang penderita kanker kandung kemih juga menderita kanker uretra yang disebut sebagai kanker uretra yang berhubungan dengan kanker kandung kemih.
    Kanker uretra kambuhan adalah kanker uretra yang kambuh kembali setelah diobati, bisa kambuh di tempat yang sama atau di bagian tubuh yang lain.
    Karunkulus uretra adalah pertumbuhan jinak (non-kanker) yang lebih sering terjadi, berupa pertumbuhan kecil, berwarna merah dan menimbulkan nyeri di samping lubang uretra pada wanita.
    Karunkulus uretra menyebabkan adanya darah dalam air kemih dan keadaan ini diatasi dengan pengangkatan melalui pembedahan.

    PENYEBAB
    Penyebab terjadinya keganasan pada sel-se uretra tidak diketahui.

    GEJALA
    Gejala pertama biasanya adanya darah di dalam air kemih (hematuria), yang mungkin hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopik atau bisa juga tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan.
    Aliran air kemih bisa tersumbat, sehingga penderita mengalami kesulitan dalam berkemih atau aliran air kemih menjadi lambat dan sedikit.

    DIAGNOSA
    Dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui dan merasakan adanya benjolan di dalam uretra.
    Pada pria, sebuah sitoskopi bisa dimasukkan ke dalam penis untuk melihat uretra.
    Jika ditemukan sel atau tanda-tanda kelainan, maka diambil contoh jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop (biopsi).

    PENGOBATAN
    Pengobatan untuk kanker uretra bisa dilakukan dengan cara:

  • Pembedahan
  • Terapi penyinaran, menggunakan sinar X dosis tinggi atau sinar energi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker
  • Kemoterapi, menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
    Pembedahan untuk mengangkat kanker uretra terdiri dari:
    1. Elektrofulgurasi, menggunakan arus listrik untuk mengangkat kanker. Tumor dan daerah di sekitarnya dibakar lalu diangkat dengan pisau bedah.
    2. Terapi laser.
    3. Sistouretrektomi (pengangkatan kandung kemih dan uretra).
    Pada pria, sebagian penis yang mengandung kanker uretra bisa diangkat melalui pembedahan yang disebut penektomi parsial. Kadang dilakukan pengangkatan seluruh penis (penektomi).
    Setelah sebagian atau seluruh penisnya diangkat, bisa dilakukan bedah plastik untuk membuat penis yang baru .
    Pada wanita bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat uretra, kandung kemih dan vagina,
    Untuk membuat vagian baru, dilakukan bedah plastik.

    Kanker uretra anterior
    Untuk wanita:

  • Elektrofulgurasi
  • Terapi laser
  • Terapi penyinaran eksternal atau internal
  • Terapi penyinaran diikuti oleh pembedahan atau terapi pembedahan saja untuk mengangkat uretra dan organ di panggul bawah (eksanterasi anterior) atau untuk mengangkat tumornya saja (jika kecil). Dibuat saluran baru untuk membuang air kemih (diversi uriner).
    Untuk pria:
  • Elektrofulgurasi
  • Terapi laser
  • Penektomi parsial
  • Terapi penyinaran.

    Kanker uretra posterior
    Untuk wanita, dilakukan terapi penyinaran yang diikuti oleh pembedahan atau pembedahan saja untuk mengangkat uretra, organ panggul bawah (eksenterasi anterior) atau tumornya saja (jika kecil).
    Kelenjar getah bening di dalam panggul biasanya diangkat (diseksi kelenjar getah bening) dan kelenjar getah bening di paha bagian atas bisa diangkat atau bisa juga dibiarkan.
    Dibuat saluran baru untuk membuang air kemih.
    Untuk pria, pengobatan terdiri dari terapi penyinaran yang diikuti dengan pembedahan atau pembedahan saja untuk mengangkat kandung kemih dan prostat (sistoprostatektomi) serta penis dan uretra (penektomi).
    Kelenjar getah bening di dalam pelvis diangkat, kelenjar getah bening di paha bagian atas bisa diangkat bisa tidak.
    Dibuat saluran baru untuk membuang air kemih.

    Kanker uretra yang berhubungan dengan kanker kandung kemih
    Dilakukan pengangkatan kandung kemih dan uretra (sistouretrektomi).

    Kanker uretra kambuhan
    Pengobatan tergantung kepada teknik pengobatan yang pernah dijalani penderita sebelumnya.
    Jika sebelumnya telah dilakukan pembedahan, maka pengobatannya berupa terapi penyinaran dan pembedahan untuk mengangkat kanker.
    Jika sebelumnya telah dilakukan terapi penyinaran, maka pengobatannya berupa pembedahan.
  • KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

    Kanker Ginjal

    DEFINISI
    Seperti organ tubuh lainnya, ginjal kadang bisa mengalami kanker.
    Pada dewasa, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adenokarsinoma renalis, hipernefroma), yang berasal dari sel-sel yang melapisi tubulus renalis.
    Sebagian besar tumor ginjal yang solid (padat) adalah kanker, sedangkan kista (rongga berisi cairan) biasanya jinak.

    PENYEBAB
    Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran kemih tumbuh dan membelah secara wajar. Tetapi kadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel-sel baru meskipun tubuh tidak memerlukannya.
    Hal ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa yang terdiri jaringan berlebihan, yang dikenal sebagai tumor.
    Tidak semua tumor merupakan kanker (keganasan). Tumor yang ganas disebut tumor maligna. Sel-sel dari tumor ini menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.
    Sel-sel ini juga keluar dari tumor asalnya dan memasuki aliran darah atau sistem getah bening dan akan terbawa ke bagian tubuh lainnya (proses ini dikenal sebagai metastase tumor).
    Penyebab mengganasnya sel-sel ginjal tidak diketahui. Tetapi penelitian telah menemukan faktor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal.
    Resiko terjadinya karsinoma sel ginjal meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Kanker ini paling sering terjadi pada usia 50-70 tahun. Pria memiliki resiko 2 kali lebih besar dibandingkan wanita.
    Faktor resiko lainnya adalah:

  • Merokok
  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Lingkungan kerja (pekerja perapian arang di pabrik baja memiliki resiko tinggi, juga pekerja yang terpapar oleh asbes)
  • Dialisa (penderita gagal ginjal kronis yang menjalani dialisa menahun memiliki resiko tinggi)
  • Penyinaran
  • Penyakit Von Hippel-Lindau.

    GEJALA
    Pada stadium dini, kanker ginjal jarang menimbulkan gejala.
    Pada stadium lanjut, gejala yang paling banyak ditemukan adalah hematuria (adanya darah di dalam air kemih). Hematuria bisa diketahui dari air kemih yang tampak kemerahan atau diketahui melalui analisa air kemih.
    Tekanan darah tinggi terjadi akibat tidak adekuatnya aliran darah ke beberapa bagian atau seluruh ginjal, sehingga memicu dilepaskannya zat kimia pembawa pesan untuk meningkatkan tekanan darah.
    Polisitemia sekunder terjadi akibat tingginya kadar hormon eritropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk meningkatkan pembentukan sel darah merah.
    Gejala lainnya yang mungkin terjadi:
    - nyeri pada sisi ginjal yang terkena
    - penurunan berat badan
    - kelelahan
    - demam yang hilang-timbul.

    DIAGNOSA
    Pada pemeriksaan fisik, kadang bisa diraba/dirasakan benjolan di perut.
    Jika dicurigai kanker ginjal, maka dilakukan beberapa pemeriksaan berikut:
  • Urografi intravena
  • USG
  • CT scan
  • MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor.
    Jika tumornya berupa kista, bisa diambil contoh cairan untuk dilakukan analisa.
    Aortografi dan angiografi arteri renalis bisa dilakukan sebagai persiapan pembedahan untuk memberikan keterangan tambahan mengenai tumor dan arteri renalis.

    PENGOBATAN
    Saat ini pengobatan standar untuk kanker yang masih terbatas di ginjal adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh ginjal (nefrektomi simplek atau nefrotomi radikal).
    Pada nefrektomi radikal, dilakukan pengangkatan ginjal dan kelanjar adrenal diatasnya, jaringan di sekitar ginjal serta beberapa kelenjar getah bening.
    Pada nefrektomi simplek, dilakukan pengangkatan ginjal saja.
    Pada prosedur embolisasi arteri, disuntikkan suatu zat khusus ke dalam pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Dengan menyumbat pembuluh ini, tumor akan kekurangan oksigen dan zat gizi lainnya.
    Embolisasi arteri bisa digunakan sebelum pembedahan atau untuk mengurangi nyeri dan perdarahan jika pembedahan tidak mungkin dilakukan.
    Embolisasi arteri bisa menyebabkan mual, muntah atau nyeri yang bersifat sementara.
    Terapi penyinaran biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri pada kanker yang telah menyebar ke tulang.
    Efek samping dari terapi penyinaran adalah kulit di tempat penyinaran menjadi merah atau gatal, mual dan muntah.
    Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Diberikan suatu zat yang dikenal sebagai pengubah respon biologis, misalnya interferon atau interleukin-2.
    Secara normal, zat tersebut dihasilkan oleh tubuh dan juga dibuat di laboratorium untuk membantu mengobati penyakit.
    Efek samping yang timbul berupa menggigil, demam, mual, muntah dan penurunan nafsu makan.

    PROGNOSIS
    Jika kanker belum menyebar, maka pengangkatan ginjal yang terkena dan pengangkatan kelenjar getah bening akan memberikan peluang untuk sembuh.
    Jika tumor telah menyusup ke dalam vena renalis dan bahkan telah mencapai vena kava, tetapi belum menyebar sisi tubuh yang jauh, maka pembedahan masih bisa memberikan harapan kesembuhan. Tetapi kanker ginjal cenderung menyebar dengan cepat, terutama ke paru-paru.
    Jika kanker telah menyebar ke tempat yang jauh, maka prognosisnya jelek karena tidak dapat diobati dengan penyinaran, kemoterapi maupun hor

    KANKER GINJAL & SAL. KEMIH

  • Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar